KELALAIAN ORANG TUA MEMBUAT AKU SADAR
Tokoh
1. Diandra
2. Dika
3. Bapak Andi
4. Ibu Yuna
5. Kevin
6. Riska
7. Ratna
8. Deni
9. Erna
10. Putra
11. Nuro
12. Nita
13. Ibu hana
DISUSUN OLEH : KELOMPOK 1
KELAS : IX A
SMP NEGERI 3 PURWAKARTA
Jl. Jend. A. Yani No. 100 Purwakarta Telp. (0264) 200449
Periode 2010/2011
Prolog:
(Suatu pagi di rumah kediaman Bapak Andi. Tepatnya di ruang makan, mereka sedang sarapan. Kecuali Diandra yang hanya diam)
Bapak Andi : (Melirik ke arah Diandra)”Cepat habiskan makananmu, sudah siang. Bisa bisa kamu
terlambat.”
Diandra : (Beranjak pergi meninggalkan orang tuanya)
Ibu Yuna : “Pamitan dulu sama orang tua sebelum berangkat. Gak sopan, hargai orang tua
kamu!”
Diandra : (Pergi tanpa pamit dengan muka kesal)
Bapak Andi : “ Lihat kelakuan Diandra, ajari dia sopan santun. Jadi ibu kok gak becus ngurus
anak. Jangan cuma ngurusin diri sendiri!”
Ibu Yuna : “ Apa kamu bilang? Diandra itu tanggung jawab kita berdua. Jangan cuma nyalahin
aku, sendirinya ke mana aja? Kalau mau ngomong harus dipikir dulu! (pergi dengan
kesal)
Bapak Andi : (Membanting sendok karena marah. Kemudian pergi ke kantor)
(Diandra akhirnya sampai di sekolah dengan muka dan suasana yang masih kesal. Diandra duduk di bangku taman sekolah. Tiba – tiba Riska dan Ratna datang menghampirinya)
Ratna : (Mengagetkan Diandra)“ Assalamualaikum ! ! !”
Diandra : (Merasa kaget) “ Apa si ? Pake salam salam segala, sok banget.”
Riska : “Hahaha, kenapa si Yan? Marah marah mulu, orang salam kok dibentak. Jawab kek,
dosa tau.”
Ratna : “ Iya nih. Orang salam bukannya dijawab.”
Diandra : “Berisik ! Aku lagi kesel, ngerti. “
Riska : “Kesel kenapa?”
Diandra : “ Biasalah masalah orang tua.”
Ratna dan Riska : “ Yang sabar yan.”
(Ketika Ratna, Diandra, dan Riska ngobrol. Dika datang menghampiri mereka sambil membawa sesuatu yang akan diberikan kepada Diandra)
Riska : “ Ehm, sang pujaan datang tuh.”
Ratna : “ Hahaha….. pujaan hati.” (Riska dan Ratna tertawa sambil berbisik)
Diandra : (Menengok ke arah dika) “ Heuh si cupu lagi, mau ngapain sih?”
Dika : “ Pa…pa pagi dian.”
Diandra : (Tidak menghiraukan dika)
Ratna dan Riska : “ Ehm.”
Dika : “ Pagi juga Ratna, Riska.”
Ratna dan Riska : (Serentak) “ Pagi…….”
Dika : “ Dian, a a aku punya sesuatu buat kamu.” (sambil menyerahkan coklat)
Ratna dan Riska : “Kok yang dikasih cuma Dian?”
Diandra : “ Maksudnya apa? Kamu nyuruh Aku makan itu coklat. Terus Aku sakit perut. Gitu?
Sory Aku gak butuh. Coklat kaya gitu bisa Aku beli sama pabrik – pabriknya.
(mengambil cokelat dan membuangnya ke muka dika). Kamu ambil tu cokelat, Aku
jijik makannya. Paling paling hasil mulung. (beranjak pergi meninggalkan dika).
Dika : (menunduk sedih)
Ratna : “ Yang sabar ya dik.”
Riska : “ Iya, omongan Dian jangn Kamu masukin ke hati. Dian emang kaya gitu. Tapi
orangnya baik kok.” (membela dian)
Dika : (Tersenyum ke arah Ratna dan Riska) “ Iya makasih ya.”
Diandra : (Menengok ke arah ratna dan riska) “ Woy, mau ikut gak?”
Ratna dan Riska : (berlari menghampiri Diandra)
(Sementara mereka meninggalkan Dika, Dika masih merasa sedih. Tanpa disadari Dika, Deni dan Erna memperhatikan apa yang telah terjadi. Kemudian mereka menghampirinya)
Erna : “ Udah, jangan sedih.”
Deni : “Lagian Kamu kenapa sih berharap banget sama Dian. Udah tau anaknya kaya gitu,
lupain aja dia.”
Erna : (Menyenggol tangan deni) “ Ssst.., “
Dika : “ Aku tahu kalau sebenarnya Dian itu baik, cuma dia belum bisa untuk berbuat
baik.” (bangkit menuju kelas)
(Setelah lama berbincang, Erna dan Deni pun mengikuti Dika menuju kelas)
(Suasana di kelas begitu ramai. Jam pelajaran belum di mulai. Murid murid masih banyak yang bercanda. Tidak lama kemudian Kevin dan Putra pun masuk kelas. Kevin langsung menghampiri Diandra. Sedangkan putra bergabung dengan murid yang lain)
Kevin : “Pagi sayang.” (ketika Kevin menyapa Diandra, murid murid yang lain diam
memperhatikan, termasuk Dika)
Diandra : “Pagi juga sayang.”
Kevin : “Dah sarapan?”
Diandra : “ Belum.”
Kevin : “ Kenapa?”
Diandra : “ Gak nafsu, diem di rumah bikin Aku kesel.” (dengan wajah yang jutek)
Kevin : “ Kok gitu? Jangan gitu dong, meskipun Kamu kesel sama orang tua Kamu, tapi
Kamu jangan nyiksa diri Kamu sendiri.”
Diandra : (Cemberut) “ Tau ah, bawaannya bt.”
Kevin : “ Ya udah, ntar kita ke kantin. Tapi . . . Kamu yang bayar ya?”
Diandra : (senyum lebar) “Yap.”
(Dika memperhatikan mereka dengan raut muka yang sedih. Kemudian bel tanda masuk pun berbunyi. Tidak lama kemudian, Ibu Hana guru bahasa masuk. Anak anak pun sibuk menuju tempat duduknya)
Ibu Hana : “ Selamat pagi anak anak”
Murid : “ Selamat pagi buu.”
Ibu Hana : “ Pada pertemuan kali ini, kita akan belajar tentang puisi. Sebelumnya, Ibu ingin
tahu siapa saja yang senang terhadap materi puisi. Tolong angkat tangan.”
(Para murid banyak yang mengangkat tangan)
Ibu Hana : “ Wah … ternyata di kelas ini hampir semuanya menyenangi puisi. Sangat bagus,
coba Ibu ingin tahu apa yang kamu suka dari puisi, Nuro?”
Nuro : (Merasa kaget karena namanya disebut) “ Eh, Saya suka menyampaikan pikiran
Saya ke dalam tulisan. Terutama puisi.”
Ibu Hana : “Kenapa?”
Nuro : “ Karena puisi itu memiliki bahasa yang sangat indah. Dan apabila kita
menyampaikan sesuatu lewat puisi, maknanya akan lebih terasa. Begitu Bu.”
Ibu Hana : “ Jawaban yang memuaskan. Terimakasih Nuro.”
(Nuro hanya tersenyum manis. Kemudian Dika mengangkat tangannya)
Ibu Hana : “ Ya dika, ada apa?”
Dika : “ Saya pun suka menulis puisi Bu.”
Ibu Hana : “ Bagus kalau begitu, bisa buatkan salah satu puisi?”
Dika : “ Bisa Bu. Saya perlu waktu 5 menit.”
Ibu Hana : “ Silahkan.”
(Belum lima menit, dika telah selesai membuat puisi)
Dika : “Bu, Saya telah selesai membuat puisinya.”
Nita : “ Wah cepet banget Dik. Hebat kamu!”
Putra : “ Ah biasa aja, cuma bikin puisi doang. Citek.”
Nita :”Sok banget kamu putra. Bikin puisi itu susah, kita harus bisa menentukan diksinya,
belum yang lain. Dan Dika hanya mengerjakannya kurang dari 5 menit. Hebat kan?”
Putra : “ Yang kaya gitu hebat? Dasar aneh . Hebat itu kalau kita bisa terbang.”
(Anak anak yang lain tertawa mendengar perkataan Putra termasuk Bu Hana. Kemudian Bu Hana menenangkan keadaan kelas)
Ibu Hana : “ Sudah, Putra dan Nita kalian boleh berpendapat. Tetapi jangan sampai ribut.
Lebih baik kita dengarkan puisi hasil Dika. Dika, kamu mau membacakan puisi itu
kan?”
Dika : “ Baik Bu.”
Ibu Hana : “ Nah anak anak yang lain, harap tenang.”
Dika :” Cinta…
Apa sih cinta itu?
Aku tak tahu
Yang jelas semua orang pasti ingin merasakannya
Termasuk aku
Cinta itu aneh
Cinta itu misterius
Cinta itu tak diduga
Cinta itu anugerah
Aku ingin cinta
Aku ingin dicinta
Aku ingin disayang
Aku ingin perhatianmu
Tapi itu semua hanya mimpi bagiku
Ya… mengapa tidak?
Ku tak pernah merasakan semua itu
Seumur hidupku
Tapi takdir berkata lain
Sekarang aku merasakannya
Ya… merasakan cinta
Tapi bukan dicinta
Ku merasakannya
Merasakan cinta karenamu
Tapi sayang,
Aku tak pantas untukmu
Cinta …
Cinta itu memang aneh
Tak bisa ditebak
Itulah cinta menurutku
(Anak anak yang lain sangat terpesona mendengarkan Dika membaca puisi)
Ibu Hana : (Tepuk tangan) “ Dika, puisi kamu sangat indah.”(anak anak yang lain pun ikut
tepuk tangan)
(Tanpa disadari ternyata Diandra pun menyukai puisi Dika yang sangat menyentuh. Net net net … bel tanda bubar sekolah telah berbunyi. Pelajaran pun selesai)
Ibu Hana : “ Nah anak anak, cukup sekian materi kali ini. Mudah mudahan dapat bermanfaat.
Terimakasih, assalamualaikum.”
Murid : “ Waalaikumsalam”
(Murid murid pun keluar dari kelas, seperti biasa Diandra ini selalu semena mena terhadap orang lain.Dia menyuruh kedua sahabatnya untuk membereskan buku bukunya)
Diandra : “ Eh Kamu berdua, sini.”
Ratna dan Riska : (Menghampiri Diandra) “ Kenapa Di?”
Diandra : “ Beresin tas aku. Kamu Riska, lap sepatu aku. Gak liat apa sepatu aku kotor?”
Riska : “ Iya, maaf.”
(Sementara Ratna dan Riska mengikuti kemauan Diandra, Nuro dan Nita memperhatikannya. Kemudian mereka menghampiri riska)
Nuro : “ Riska, bangun. Kamu gak pantas diperlakukan seperti ini.”
Nita : “ Diandra, Kamu itu punya tangan dan kaki, kenapa tidak Kamu manfaatkan. Jangan
seenaknya memperlakukan orang seperti itu.”
Diandra : “ Berisik! Hak Aku dong mau ngapain aja. Aku selalu mendapatkan apa yang Aku
Mau. Lagian mereka berdua mau aja kok disuruh sama Aku. (menengok ke arah
Ratna dan Riska) Iya Kan?”
Ratna : “ I… iya”
Riska : (Hanya diam)
Diandra : “ Ris, kenapa Kamu diem? Jawab dong. Atau Kamu gak mau disuruh lap sepatu
` Aku?”
Riska : “ Enggak kok, Aku mau lap sepatu Kamu.”
Diandra : “ (Berpaling ke arah Nita dan Nuro) “ Kalian denger sendiri kan? Mereka gak
keberatan disuruh apapun. (beranjak meninggalkan kelas)
Nuro : “ Kalian kok mau sih disuruh kaya gitu? Heran, padahal kalian itu sahabatnya Dian.
Tapi ………?” (tidak jadi bicara)
Ratna : “ Kita juga gak mau kayak gitu. Tapi kalian tau sendiri kan gimana Diandra?”
Riska : “ Ya, dia egois.”
Nita : “ Tapi kalian itu sahabatnya Dian. Apa kalian ngerasa diperlakukan layaknya
sahabat?”
Ratna dan Riska : (Diam)
Nuro : “ Sudah sudah, itu bukan urusan kita nit.”
Nita : “ Ya sudah, mari kita pulang. Ratna, Riska kami pulang duluan. Assalamualaikum.”
Ratna dan Riska : “ Waalaikumsalam.”
(Nita dan Nuro bergegas meninggalkan Ratna dan Riska yang masih di kelas. Kemudian Ratna dan Riska menyusul Diandra)
Riska : “ Dian, tunggu kami!”
(ketika Diandra, Riska, dan Ratna berjalan, anak anak yang lain memperhatikan diandra. Kemudian lewatlah Erna)
Diandra : (Mendorong Erna sampai terjatuh) “ Eh, Kamu gak liat apa yang lain hormat sama
Aku. Kamu seenaknya lewat di samping Aku. Nyadar diri dong! (membentak Erna)
Erna : “ Maaf Di, Aku buru buru.”
Diandra : (Pergi meninggalkan Erna sambil menginjak tas Erna dengan sengaja)
Diandra : “ Kamu semua harus ikut Aku ke mall. Aku mau belanja.”
Ratna : “ Aduh Di, Aku capek nih. Lain kali aja deh.”
Diandra : “ Aku pengen sekarang ! “
Riska : “ Ya udah, Kita bisa kok.” (sambil menyenggol tangan Ratna)
(Mereka pun pergi ke mall. Di sana Diandra banyak membeli barang yang tidak terlalu penting. Ratna dan Riska hanya disuruh membawa barang belanjaannya)
Diandra : “ Bawain barang barang Aku!”
Ratna dan Riska : (Mengambil barang belanjaan Diandra)
(Waktu telah menunjukan pukul 22.00 WIB, setelah merasa puas berbelanja, akhirnya mereka pun pulang. Diandra sampai di rumah pada pukul 22.30 WIB)
Ibu Yuna : “ Dari mana Kamu, Jam segini baru pulang?”
Diandra : (Pergi meninggalkan ibunya)
Ibu Yuna : (Menarik tangan Dian dan menamparnya) “ Kamu anggap mamah itu apa?”
Diandra : (Sambil menangis) “ Mamah sendiri nganggap Aku apa?”
Ibu Yuna : “ Maksud kamu apa?”
Diandra : “ Aku gak pernah disayang, Mamah gak pernah mikirin Aku. Mamah sibuk sendiri,
dan Aku gak dianggap. Aku sakit mah !”
(kemudian Bapak Andi pun pulang)
Ibu Yuna : (Membentak Dian) “ Lancang sekali kamu Dian.”
Bapak Andi : “ Ada apa sih? Gak pagi, malam pasti ribut. Aku capek, bukannya disambut dengan
ramah, malah bikin pusing.”
Diandra : “ Sama Pah, Aku juga nyesel tinggal di rumah ini. Rumah tanpa kasih sayang.”
Bapak Andi : “ Apa yang kamu bilang Diandra?”
Diandra : (Pergi meninggalkan orang tuanya)
Bapak Andi : “ Lihat anakmu! Kelakuannya bejat. Sudah berani melawan orang tua.”
Ibu Yuna : “ Terus saja salahkan Aku.”
Bapak Andi : “ Memang semua salah Kamu. Kalau saja Kamu tinggal di rumah dan
memperhatikannya, Dia tidak akan seperti itu.”
Ibu Yuna : “ Kamu pikir Aku mau kerja banting tulang? Gak mau. Aku ingin di rumah, tapi
semuanya karena Kamu. Kalau saja gajimu bisa mencukupi kebutuhan keluarga,
aku gak mau jadi wanita karir.”
Bapak Andi : “ Seharusnya Kamu bisa ngerti. Aku itu bangkrut. Jadi harus mulai dari nol lagi.”
Ibu Yuna : “ Kita bangkrut karena ulahmu sendiri. Jadi orang jangan mudah di tipu. Pake tu
otak, jangan cuma disimpen di kepala.”
Bapak Andi : (Menampar Ibu Yuna) “ Lancang sekali Kamu. Aku itu kepala keluarga di sini. Aku
yang berhak mengatur semuanya. Kamu harus sopan sama Aku, jangan kurang
ajar.”
Ibu Yuna : “ Terus tampar lagi, semuanya aku yang salah. Puas kamu?” (meninggalkan Bapak
Andi sambil menangis)
Bapak Andi : (Merasa kesal)
# # #
(Keesokan harinya, sekolah dikagetkan oleh penampilan Dika yang sangat berubah. Banyak anak anak yang merasa aneh melihat Dika)
Deni : (Menganga) “ Dik, ini beneran kamu?”
Erna : “ Dika . Kamu kenapa? Penampilanmu...........”
Dika : (Tersenyum) “ Udahlah Aku tahu Aku emang berubah. Tapi tenang aja sikap Aku
sama kalian gak akan berubah. Kalian sahabat terbaik buat Aku.”(tangan dika
sambil merangkul kepundak erna dan deni)
Erna : “ Tapi Kita nerima Kamu apa adanya. Aku gak masalah sama penampilan Kamu. Kita
seneng kok punya sahabat kayak Kamu.”
Deni : “Kamu kenapa si Dik?”
Dika : “ Aku gak apa apa. Tenang aja.”
(Mereka bertiga pun masuk kelas. Di jalan, mereka bertemu dengan Diandra, Riska, dan Ratna yang sedang duduk)
Ratna : “ Weits, ada anak baru tuh. Ganteng banget.”
Riska : “ Heueuh, sangat........”
Diandra : “Siapa tuh? Kok mau maunya si jalan sama anak cupu.”
Dika :”Pagi Diandra...”
Diandra : (Merasa senang) “ Oh my god. Dia kenal sama Aku.” (kemudian Diandra mengikuti
Dika)
(Kemudian di kelas)
Diandra : (Menghampiri Dika) “ Ehm, Kamu kenal Aku?”
Deni : “ Ya pasti lah. Kamu pangling sama penampilan Dika?”
Diandra : “ Maksud kamu, ini Dika si cupu yang suka gangguin Aku gitu?”
Erna : “ Ya Dika siapa lagi?”
Diandra : (Merasa aneh) “ Ouh, Dik soal sikap Aku yang kemarin kemarin maaf ya. Aku gak
bermaksud kaya gitu.”
Erna : “Dika udah berubah baru minta maaf. Ke mana aja kamu Di ?”
Diandra : “ Diem. Aku gak ngomong sama Kamu.”
Dika : “Diandra Diandra baru juga minta maaf kok udah kaya gitu lagi”
Diandra : “Ya ,deh sorry ‘’
(Bel masuk pun telah berbunyi. Tetapi, karena sedang rapat tidak ada guru yang masuk. Mereka hanya di berikan tugas. Tetapi anak anak tidak menghiraukannya)
Diandra : “ Riska, Beliin Aku minum. Aku haus nih !”
Riska : “ Rat anter yu.”
Ratna : “ Ayo.”
(Tidak lama kemudian, Riska dan Ratna kembali dengan membawa minum)
Riska : “ Di,ini minum kamu.” (sambil menyerahkan minumnya, tetapi tanpa sengaja Riska
menumpahkan minumnya ke baju Diandra)
Diandra : “ Aduh maksudnya apa sih? Kamu gak mau disuruh sama Aku. Ngomong aja kalau
gak mau disuruh jangan kayak gini dong. Rasain nih.”
(kemudian Diandra menumpahkan minuman ke baju Riska)
Riska : (Menangis)
Ratna : “ Eh Di, Kamu apa apaan sih. Riska kan gak sengaja, kok kamu kaya gitu sih. Bukannya makasih, apa kek. Malah kaya gini. Nyadar diri dong, tanpa kita kamu bukan siapa siapa. Ngerti?”
Diandra :’’maksudnya”?
ratna :’’Kita ingin dihargai Di. walaupun Kamu yang punya ini sekolah harusnya
kamu tuh sopan sama kita kita juga ,kita juga kan temen Kamu jangan arogan deh
jadi orang tuh “
(Diandra pun hanya bisa diam dan berfikir tentang perkataan temannya)
Putra : (Putra menghampiri Kevin) “Vin,liat tuh Diandra digitu gituin sama temen
temenya?”
Kevin : “Masa bodo ahh..Aku pacaran sama Dia cuma manfaatin materinya aja asal Kamu tau itu...”
Putra : (Terkejut mendengarnya) “Apa ? Aku engga salah denger Kamu bilang kaya gitu ?”
Kevin :”Hahahahahhaaa (ketawanya ngakak) buat apa Aku bohong sama kamu,cewe kaya Dia itu gampang tau dimanfaatinnya...”
(Ternyata dari tadi Diandra mendengarkan percakapan antara Kevin dan Putra,sambil meneteskanair
mata setelah selesai mendengarkan percakapan antara Kevin dan Putra lalu Diandra pergi keluar)
(Belpun berbunyi lalu murid murid pun pulang)
(Lalu Kevin menghampiri tempat duduk Diandra,untuk mengajak pulang)
Kevin :”Ayo Di,Kita pulang ?”
Diandra :”Siapa kamu ?” (sambil muka kesel)
Kevin :’’Aku kan cowo Kamu?’’
Diandra :’’Cowo??Aku udah tau semua kebusukan Kamu?”
Kevin :’’Maksud kamu apa?(muka serius)’’
Diandra :”Aku tahu kalau Kamu tuh cuma manfaatin harta Aku doang kan?”
Kevin :”Aku gak bermaksud gitu ,suer deh...’’
Diandra :’’Udahlah jangan ngelak ,sekarang kita putus...’’
(Sambil pergi meninggalkan Kevin yang hanya mematung)
(Suasana di rumah)
Diandra :”Mamah Dian...pulang??kok sepi banget sih”(sambil nengok kanan kiri)
(Dindra pun langsung duduk di tempat ruang tamu)
(Lalu handphonenya Diandra berbunyi,lalu Diandra mengangkat telepon)
Diandra :”Halloooooo....”
Kevin :”Hallo Diandra,lagi apa?”
Diandra :”Lagi Diem aja..”
Kevin :”Ohhh...”
Diandra :”Ada apa ya Vin,kamu telepon Aku ?”
Kevin :”Hmmm,Dian Aku mau minta maaf sama Kamu atas kejadian tadi..”
Diandra :”Apa ? Kamu minta maaf sama Aku.segampang itukah kamu minta maaf sama aku atas kesalahan kamu yang bikin aku sakit hati hah?”
Kevin :”Iya Aku minta maaf sama kamu Dian,kamu maukan maafin aku ?”
Diandra :”Sttoooopppppp untuk minta maaf !! kamu engga bakalan tahu perasaan aku kan ? aku sakit hati Vin digituin sama kamu...” (lalu Diandra menutup telepon dari kevin)
Kevin :”Hallo..hallo Diaann Diaann..”
(Lalu Kevin kecewa dengan sikap Diandra)
(Keesokan harinya Kevin meminta maaf pada Diandra)
Kevin :”Diandra Aku minta maaf sama Kamu..”(sambil berlutut dan sambil memohon
mohon kepada Diandra. tetapi Diandra malah menghindar dari hadapan kevin)
(Ketika itu,dika sedang membaca buku ditaman.tiba tiba,diandra melewati dika yang sedang membaca buku.lalu...)
Dika :”Hai Diandra..”
Diandra : “ Hai juga Dik. Ehm, boleh kan Aku nanya sama Kamu.”
Dika : “Boleh aja. Emang mau nanya apa?”
Diandra : “ Kenapa si penampilan Kamu berubah?”
Dika : “ Ehm, Di Aku suka sama kamu dari dulu. Sebenarnya Aku ubah penampilan karena
Kamu.”
Diandra : “ Jujur ya, Aku baru sadar kalau sebenarnya Aku juga suka sama Kamu. Kevin itu
bukan orang yang baik.”
Dika : “ Yang bener? Jadi kamu suka sama aku.”
Diandra : “ Ya dik. Tapi aku suka sama kamu apa adanya. Aku pengen kamu berubah lagi
kayak dulu.”
Dika : “ Kok gitu?”
Diandra : “ Bener dik. Aku suka sama kamu apa adanya.”
Dika : “ Alhamdulillah, akhirnya kamu beneran udah berubah Ya”
Diandra : “ Maksudnya?”
Dika : “ Kamu udah bisa menghargai orang lain. Aku suka itu”
Diandra : “ Ya, Aku juga merasa bersalah sama semuanya. Aku ingin minta maaf, tapi Aku
takut mereka marahin Aku lagi”
Dika : “ Tenang aja Di, Aku bakal bantu Kamu kok. Kalau gitu, Kita ke kelas sekarang.”
(Kemudian, Diandra dan Dika pun berangkat ke kelas)
Dika : “ Teman teman, Diandra mau ngomong sama kalian semua. Ayo Di” (sambil
melihat Diandra)
Diandra : “ Teman teman aku ingin minta maaf sama kalian semua. Terutama kedua
sahabatku,Aku sadar Aku salah. Tapi Aku gak bermaksud begitu. Aku hanya ingin
mendapat perhatian dari kalian semua. Selama ini aku gak pernah mendapatkan
kasih sayang dan perhatian dari kedua orang tuaku. Karena itu aku selalu ingin
mendapat perhatian dari kalian. Maafin aku, tapi kalau kalian gak mau maafin aku
juga gak apa apa. Aku tau kalau kalian benci sama Aku. Aku terima kok, tapi mulai
sekarang aku akan berusaha untuk berubah.” (sambil menangis)
(Tanpa disadari, ternyata Ibu Hana melihat dan mendengar permintaan maaf Diandra. Kemudian Ibu Hana menelpon seseorang)
(Sementara itu, suasana di kelas)
Riska : “ Iya Di, Kita tau kok sebenarnya Kamu itu baik. Tenang aja, kita gak marah kok
sama kamu. Iya kan teman teman?”
Ratna : “ Iya Di. Kita maafin Kamu kok, lagian Kita udah ngerti.”
Kevin : “ Di, Aku juga mau minta maaf sama Kamu. Kamu mau kan maafin Aku?”
Diandra : (Mengangguk sambil menangis)
Diandra : “ Teman Teman yang lain, maaf ya”
Putra : “ Tenang aja Di kita juga gak pernah sakit hati sama perlakuan Kamu”
Nita : “ Iya Di Kita udah maafin Kamu kok.”
Nuro : “ Maaf? Gampang banget kamu minta maaf (sambil memukul meja kemudian
menghampiri Diandra) Aku gak mau maafin Kamu.”
Diandra : “ Aku ngerti kok, tapi Aku harap kamu bisa ngerti keadaan Aku.”
Nuro : “ Hahaha tenang aja Di, Aku bercanda kok. Pasti aku maafin Kamu, Aku juga minta
maaf waktu itu Aku udah ngebentak kamu.”
Diandra : “ Erna Deni kalian mau kan maafin dan jadi teman Aku?”
Erna : “ Dari dulu kita emang berteman Di. Tentu saja Aku mau.”
Deni : “ Betul Betul Betul.”
(Semuanya tertawa)
(Tiba tiba datang Ibu Hana dan orang tua Diandra)
Ibu Hana : “ Diandra ada yang mau bertemu dengan Kamu.”
Ibu Yuna : (berlari menghampiri Diandra dan memeluknya sambil menangis) “ Dian, maafin
Mamah. Mamah emang egois, tapi Mamah melakukan ini semua demi Kamu.”
Bapak Andi : “ Iya Diandra Papa juga minta maaf. Selama ini Kami lebih mementingkan diri
sendiri. Tapi kamu tenang saja, sekarang kami sudah sadar dan akan lebih sayang
sama kamu. Tentunya Papa dan Mamah tidak akan bertengkar lagi demi kamu.”
Diandra : “ Papa Mamah, kenapa ada di sini?”
Ibu Hana : “ Tadi Ibu mendengar perkataan kamu Dian. Kemudian ibu menelpon orang tua
kamu dan menceritakan semuanya. Dan mereka mau datang ke sini.”
O. T Diandra : “ Iya sayang . . . Kamu mau kan maafin kita berdua?”
Diandra : “Tentu saja Pa Mah.”
Dika : “ Nah begitu dong kan enak dilihatnya.”
Diandra : “ Makasih buat semuanya. Aku sayang kalian semua”
T a m a t
# # #
Epilog
Akhirnya Diandra pun mendaptkan kebahagiaan yang dia impikan selama ini. Sekarang mereka semua hidup dengan bahagia.
Adapun amanat dari drama ini adalah :
1. Tidak boleh sombong
2. Hidup dengan cara menghargai orang lain
3. Sayangilah orang disekitarmu
Karya : Andhiesty Choerunisa Hiswara, Aldilail Sulaiman, Ahmad Alfian, Yanti Restika, Febyan Ramadhan P, Wida Ratnasari Sudewo, Ayu Lestari Herdianti, Oki Nugraha S, Rani Nurlita Sari, Andika Prabowo, Komalasari, Rifkah Tsamrotul Fuadah, Virli Fujiani Puritea, Tami Aulia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar