Kisah air zam zam diawali dengan kisah istri dari nabi Ibrahim as, yaitu Siti Hajar yang mencari air untuk anaknya. Sumur zam zam yang sekarang adalah sumur yang digali oleh Abdul Muthalib, kakeknya nabi Muhammad.
Sumur ini memiliki kedalaman sekitar 30,5 meter, hinga menembus lapisan pasir yang sangat berpori. Belasan meter selanjutnya, menembus lapisan batuan keras yang berupa batuan beku diorit.
Dengan kedalaman dan proses bebatuan inilah air zam zam memiliki rasa yang khas dan sangat aman untuk langsung diminum (higienis).
Dari uji pemompaan sumur ini mampu mengalirkan air sebesar 11-18,5 liter/detik, hingga permenit mencapai 660 liter/menit, atau 40.000 liter per jam. Celah celah atau rekahan ini salah satu yang mengeluarkan air cukup banyak. Ada celah (rekahan) yang memanjang ke arah Hajar Aswad dengan panjang 75 cm dengan ketinggian 30 cm, juga berupa celah kecil ke arah Shaffa dan Marwa.
Kota makkah terletak di lembah, menurut SGS (Saudi Geological Survey) luas cekungan yang mensuplai sebagai daerah tangkapan ini seluas 60 km² saja, tentunya tidak terlampau luas sebagai sebuah cekungan penadah hujan. Sumber air sumur zam zam terutama dari air hujan yang turun di daerah sekitar Makkah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar